A. Pembaruan islam

Ketika merasa prihatin dengan kondisi umat Islam pada abad-abad terakhir, dengan kemunduran di bidang ilmiah, dan dengan pudarnya mereka dari aktivitas komunitas ilmiah. Di antara dampak dari kepudaran ini adalah ditulisnya sebuah karya oleh seorang penulis Eropa tentang pengaruh “1000 malam dalam pembentukan hukum Islam.”

Untuk melalaikan hakikat Islam mereka membutuhkan upaya keras yang sangat melelahkan dan di bantu pula oleh setan-setan di belahan barat dan timur sehingga hampir saja agama yang lurus menjadi terasing dari dunia manusia. Lantas, apa yang perlu kita lakukan untuk bangkit dengan membawah tugas besar setelah kitah mewarisi Al-Qur’an al-Karim dan kita di beri tanggung jawab untuk mempelajarinya dan mengajarkannya kepada manusia?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, saya ingin menegaskan beberapa persoalan penting:

Pertama, bahwa perkampungan Islam (Dar al-Islam) tidak menjadi bagian dari wahyu dan tidak ada anjuran untuk mendirikannya.

Kedua, sesungguhnya dunia   yang jauh dari naungan wahyu dan lenyapnya ajaran-ajarannya  tidak diam begitu saja, melainkan membuat sistem-sistem bagi dirinya sendiri di mana bercampur aduk antara kebajikan dan kekejian.

Ketiga, sejak kejatuhan Bizantium dan kemenangan umat Islam atas kekuasaan Konstantin, orang-orang Eropa berhasil menemukan benua Amerika dan menguasai Andalusia (Spanyol). Kemudian aktivitas ilmiah berjalan begitu cepat dan mengagumkan sehingga sangat sulit di temukan bandingannya sejak awal dimulainya penciptaan manusia, hampir sama dengan terbangunnya sistem-sistem sosial dan politik yang banyak membicarakan hak-hak manusia dan kemuliaan bangsa-bangsa.

Keempat, di tengah terjadinya proses transformasi ilmiah itu, eksistensi Islam mengalami kemunduran dan keterbelakangan sehingga tinggal puing-puing saja, bersamaan dengan berlalunya abad ke- 14 Hijriah.

Di tengah pembangunan etika yang membingungkan, saya sangat terdorong untuk menyuguhkan 10 ajaran baru untuk menambahkan 20 ajaran al-Imam Hasan al-Banna dengan tujuan untuk meluruskan dunia Islam, untuk memperbaiki pemahamannya, dan agar beramal dengannya. Kenyataannya jihad ilmu pengetahuan dalam pertempuran pembangunan merupakan kewajiban, dan apabila kita (umat Islam) tidak memperoleh kemenangan, maka akibat yang akan kita terimah sangat menyakitkan.

Sesungguhnya pembaruan Islam tidak terbangun pada satu dimensi saja atau tertuju pada satu musuh saja, melainkan beragam dimensi dan musuh di dalamnya. Bahkan, musuh terkeras bisa datang dari dalam negeri atau dunia umat Islam sendiri. Tidak ada salahnya 10 prinsip yang saya susun untuk kebaikan bersama ini, dipaparkan sebagai berikut:

  1. Wanita adalah saudara kandung lelaki, dan mencari ilmu pengetahuan adalah kewajiban kesua jenis manusia ini. Demikian juga perintah menegakkan yang makruf dan mencegah yang munkar adalah kewajiban keduanya. Wanita  dalam batas-batas etika Islam  mempunyai hak untuk bersama-sama membangun dan menjaga masyarakat.
  2. Keluarga adalah dasar eksistensi etika dan sosial bagi umat dan tempat pengasuhan alami bagi generasi muda. Para bapak dan para ibu memiliki kewajiban yang sama dalam menciptakan suasana yang harmonis bagi keduanya. Lelaki (suami) adalah kepala keluarga, dan tanggung jawabnya di batasi oleh peraturan Allah SWT yang berlaku bagi setiap individu.
  3. Manusia memiliki hak-hak material dan peradaban sesuai dengan kemuliaan yang Allah SWT berikan kepadanya dan kedudukannya yang tinggi di muka bumi. Islam telah menjelaskan hak-hak ini dan menyerukan untuk menghormatinya.
  4. Para penguasa, apakah itu para raja atau pemimpin pemerintahan, adalah pelayan bagi rakyatnya. Mereka harus memperhatikan kepentingan-kepentingan duniawi dan ukhrawi bagi rakyatnya. Keberadaan mereka tergantung pada perhatian yang wajib ini dan tergantung kepadakeridhaan mayoritas rakyatnya. Seseorang tidak boleh memerintah atas umatnya atau rakyatnya secara paksa dan otoriter.
  5. Musyawara adalah dasar bagi pemerintahan. Setiap bangsa dapat memilih cara-caranya masing-masing untuk mewujudkannya. Cara yang terbaik adalah yang semata-mata karena Allah SWT, dan menjauhkan diri dari sikap pamer, sombong, dan cinta dunia.
  6. Kepemilikan individu terpelihara atas dasar syarat-syarat dan hak-hak yang ditetapkan oleh Islam. Umat adalah satu jasad, tidak boleh salah satu (jasad) menjadi lalai dengan tugasnya, dan persaudaraan universal adalah undang-undang yang mengatur masyarakat semuanya di mana persoalan-persoalan keduniaan dan peradaban harus tunduk kepadanya.
  7. Keluarga besar negara-negara Islam memiliki tanggung jawab atas dakwa Islam, menolak beragam bencana atau siksaan yang akan menimpa para pengikutnya di mana saja mereka berada. Keluarga besar ini juga memiliki tanggung jawab membangun sistem khilafah (perwakilan) sesuai dengan bentuk yang sesuai dengan posisi keagamaannya.
  8. Perbedaan agama bukan pemicu timbulnya perselisihan dan permusuhan. Peperangan terjadi ketika rasa permusuhan dan fitnah mulai menyelimuti manusia.
  9. Hubungan antara umat Islam dan keluarga kenegaraan diatur oleh ikatan-ikatan persaudaraan kemanusiaan saja. Umat Muslim adalah para dai (penyeruh) bagi agama mereka sendiri dengan menggunakan hujah dan pendekatan persuasif. Mereka tidak boleh mengotori para hambah Allah SWT dengan kekejian.

10.  Umat Islam bekerja sama dengan umat lain di dunia yang memiliki beragam perbedaan agama, sekte kepercayaan, dan mazhab, dalam segala kegiatan yang dapat meningkatkan material dan spiritual manusia. Ini adalah bagian dari logika fitrah dan nilai-nilai Islam yang diwariskan oleh pembesar para Nabi, Nabi Muhammad saw.

Itulah 10 prinsip yang saya ajukan bersama dengan 20 ajaran yang di ajukan seorang pembaru Islam abad ke- 14 H, al-Imam Hasan al-Banna. Siapa yang berkenan, ambillah, dan siapa yang tidak, maka tolaklah. Terakhir, saya perlu berdoa dengan mengutip ayat berikut ini:

Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir. (QS. Al-Baqarah: 286)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s